Jumat, 04 Maret 2016

IPLF 2016

ISMAFARSI kembali mencetak Para Calon Pemimpin Bangsa melalui Indonesian Pharmaceutical Leadership Forum









Ismafarsi mencetak para calon pemimpin bangsa melalui event nasional yaitu Indonesian Pharmaceutical Leadership Forum yang disingkat IPLF. Acara ini diadakan selama 3 hari yaitu sejak tanggal 18-20 Februari 2016 yang bertempat di hotel Mona Plaza, Pekanbaru, Riau. Acara ini diikuti oleh 82 peserta dari 36 Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) yang tersebar diberbagai wilayah di Indonesia. Para delegasi ini sebelumnya telah melewati beberapa tahap seleksi, seleksi tahap pertama yaitu pengisian formulir pendaftaran dan motivation latter. Seleksi tahap kedua yaitu membuat essay tentang isu kefarmasian, keadaan masing masing Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM), dan kabinet Ideal untuk FARMASI.

Kamis, 18 Februari 2016

Hari pertama pelaksanaan IPLF ini kedatangan para delegasi disambut dengan screening. Screening yaitu para delegasi diberikan beberapa pertanyaan oleh para Badan Pengawas (BP) dan Badan Pengurus Harian (BPH) ISMAFARSI. Screening terdiri dari 4 pos, yaitu pos yang membahas mengenai isu ke-farmasian, pos yang membahas mengenai esai non-isu kefarmasian, pos yang membahas mengenai ke-ISMAFARSI-an, dan pos yang membahas mengenai pengembangan diri. Screening dilakukan secara lisan, dan disetiap pos diberikan waktu 10 menit. 
Dan dihari pertama ini juga diisi dengan materi tentang Self Branding dan Melesat jadi MaPres (Mahasiswa Berprestasi). materi ini diisi oleh Mapres Universitas Riau, yakni Teguh Pambudi. dalam materi ini beliau bercerita tentang tips dan trik menjadi mahasiswa berprestasi, dan beliau juga menceritakan beberapa pengalannya. 

Jum'at, 19 Februari 2016

Hari kedua pelaksanaan IPLF ini dibuka dengan olah raga pagi. Sebelum diisi dengan pemateri, dilakukan pretest. Pretest yaitu setiap peserta diberikan soal seputar ISMAFARSI dan pengembangan diri oleh Badan Pengawas (BP) dan BPH (Badan Pengawas Harian). 
Materi pertama di hari kedua ini diisi oleh Ketua APTFI yaitu Bapak Daryono Hadi Tjahjono, Msc., Apt. beliau mengisi materi tentang Pendidikan Farmasi di Indonesia. pada materi ini beliau lebih banyak memberikan perbandingan mengenai keadaan farmasis Indonesia dan farmasis di luar negeri.
Materi yang kedua yaitu materi yang sangat menarik mengenai Ideologi Politik, Strategi, dan Taktik. materi ini diisi oleh Anggota DPD/MPR RI, Ibu Intsiawati Ayu, SH.,MH. Beliau adalah pemateri yang sangat baik dalam pengemasan bahasa setiap materi dan beliau menjelaskan materi dengan sangat menakjubkan sehingga para delegasi sangat antusias sekali dalam mendengar apa yang beliau sampaikan. yang paling diingat dari materi ini "Politik adalah Ilmu mengolah kemungkinan. Politik itu ada disekitar kita, salah satunya adalah organisasi". 
Materi yang ketiga yaitu tentang Advokasi dan Advokasi Media. Yang diisi oleh Bapak Safaruddin. dalam materi ini kita sadar bahwa media saat ini menjadi sangat pentingsebagai media advokasi kepada masyarakat.
materi yang keempat disampaikan oleh Sekertaris Jenderal PP IAI, Noffendri, S.Si., Apt. pada materi ini mengangkat tema "Apakabar Apoteker Indonesia?", dalam materi ini beliau lebih banyak membahas tentang solusi yang harus diterpkan agar apoteker sadar akan kewajiban yang harus dikakukan.
Materi yang terakhir ditutup oleh materi tentang Proses Pergerakan Mahasiswa di Era Globalisasi oleh Andrea Fransisca. pada materi ini pandangan kita dan saya khususnya sebagai mahasiswa semakin terbuka.
Dan diakhir semua materi ada yang gak kalah hebat, yaitu FGD (Forum Group Discussion), dalam FGD ini para delegasi bisa saling berbagi pengalaman dan pengetahuan masisng masing dari delegasi untuk membangun dan memotivasi satu sama lain.
Sebelum agenda ditutup kita para peserta IPLF melakukan pemilihan Presiden IPLF, dari 11 calon menjadi 3 calon dan akhirnya terpilih David Wijaya delegasi dari Priangan menjadi Presiden IPLF 2016.

Sabtu, 20 Februari 2016

Hari ketiga pelaksanaan IPLF ini dibuka kembali agenda FGD dan disini kita bukan membahas kembali materi di hari sebelumnya, tetapi disini kita diberikan isu isu tentang kefarmasian dan isu isu non-kefarmasian. 
Dan setelah membahas isu kemudian para peserta seharusnya istirahat namun disana kita membuat forum dan membahas tentang ikrar kita sebagai mahasiswa farmasi yang mengikuti IPLF 2016. Dan dalam forum tersebut kekeluargaan antar peserta IPLF 2016 yang setelah 3 hari bersama semakin erat. dan yang gak kalah penting, para peserta IPLF 2016 diberikan kertas berisi kolom yang harus di isi dengan planning hidup para peserta IPLF 2016 kedepannya, sesi ini dipimpin oleh Sekertaris Jenderal ISMAFARSI, Ridho Muhammad Sakti. Beliau banyak memberikan inspirasi dan memotivasi para peserta IPLF 2016 agar terus bermimpi dan menggapai mimpi itu.

Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dalam acara IPLF ini, dan saya bersyukur karena saya bisa menjadi salah satu pesertanya. Menurut saya dengan adanya IPLF selain bertambah pengetahuan, membuka wawasan, acara ini juga sangat penting dalam pembentukan karakter farmasis sejati dan selain itu disini saya mempunyai keluarga baru. Walau agenda dan acaranya telah usai bukan berarti pembentukan karakter juga usai, justru acara ini adalah awal dari sebuah pembentukan karakter seorang pemimpin, yang kedepannya salah satu dari alumni IPLF 2016 akan ada yang menjadi SEKJEN, akan ada yang menjadi BP dan BPH, akan ada yang menjadi KORWIL, dan kamilah nantinya yang akan meneruskan perjuangan para kakak kakak hebat kami, dan kami akan menjadi generasi yang akan memperjuangkan profesi kami yaitu sebagai farmasis dan sebagai calon apoteker. 
Dan kami akan menjadi golden generation-nya farmasi Indonesia.